Senin, 10 September 2012

impianku

seorang pakar atau berdasarkan penelitian yang tak tahu aku sumbernya dimana, mengatakan bahwa seseorang yang menuliskan impiannya maka ia akan memperolehnya. namun bila tak menuliskan apapun, dia cenderung tak memperoleh apapun.

kali ini aku ingin menuliskan impian impianku agar aku pun tahu apa yang ingin aku peroleh dalam hidup ini.

awalnya, aku ingin wisuda. ini tampak mudah, namun di dalamnya terdapat perjuangan yang tak gampang. kenapa? dari awal, aku ingin sekali idealis, namun sayangnya idealisme yang ada adalah idealisme buta. jadi yang susah untuk muncul sebagai pemenang. pada intinya ialah, aku menghindari mencontek. namun bukan pula jadi alasan kuliah ini lama selesainya. hanya saja butuh sedikit keseriusan dalam diri ini.

selanjutnya aku ingin menikah. menikah dengan seorang wanita yang anggun. sebenarnya tak banyak syaratnya, asal ia sholehah dan berkacamata, aku pun sudah merasa tentram nampaknya. hasrat ingin menikah pun sudah mulai mucul. rasanya ingin menyegerakan. namun, ketika Allah belum berkehendak, sebaiknya tak perlu mendahului kehendakNya.

lalu, aku juga ingin mahar yang aku persembahkan bagi sang istri adalah haji atau umrah. yah, sekalian bulan madu, sekalian ibadah. kan keren. nabi saja maharnya unta, bayak lagi untaunya. makanya, dari sekarang, aku ingin merintis usaha yang berpotensi untuk memperoleh tiket haji atau umrah.

kemudian aku juga ingin memiliki honda jazz, tapi sebenarnya sih fleksibel. intinya city car. yang jelas, yang menjadi daftar mobil impianku untuk kelas city car itu ada honda jazz, toyota yaris, nisan march. trus untuk yang lainnya, pingin punya mitsubishi pajero sport atau mobil double kabin. kenapa harus double kabin? kan untuk adventure seru. jadi bisa sekeluarga menerobos hutan. sembari membawa sepeda. muanteplah pokoknya. tapi juga dari dulu aku pingin punya mobil kontainer dan dump truck. aku tak tahu apa alasannya, yang jelas aku cuma ingin memilikinya.

rumah, tentunya. aku ingin punya rumah yang tak mewah mewah amat. ya, paling tidak 2 hektar satu rumah. jadi, di sana aku, dan keluarga besar bisa main, parkir mobil, maupun pesta kebun. tampak menyenangkan bukan. jadi, rumah yang luas tampak begitu lega untuk semuanya.

sedikit cerita mengenai impianku. aku berharap, ini semua lekas menjadi nyata, sebelum penyesalan datang menerpa. impian memang tampak begitu mewah, namun aku tetap ingin hidup sederhana. menggunakan segala sesuatu seperlunya saja. ketika ada yang membutuhkan, aku pun ada di sana untuk membantu.

0 komentar:

Posting Komentar