Senin, 10 September 2012

ingin aku berubah

aku sudah mulai bosan dengan rutinitas saat ini. kuliah semester akhir, tapi masih saja ada kuliah. rasanya permasalahan kampus tak kunjung usai. apa gerangan yang menjadi hambatan, aku sendiri tak paham.

beberapa waktu lalu, aku ingin pindah kosan, namun rasanya tak ada yang cocok. baik harga maupun lokasinya. ntah mengapa, hari ini aku masih bertahan di kosan yang lama. kosan yang selalu bising, kosan yang tak pernah bersih. meski sesekali ada yang membersihkan tapi beberapa menit kemudian ada saja yang membuat kotor. ntah itu lantai, dapur dan lain lain.

apa boleh buat. aku pun ketularan kebiasaan itu. baik kotornya maupun berantakannya. tapi, aku mencoba untuk peduli, mulai dari bersih bersih hingga menata ruang. semua kucoba untuk tanpa pamrih.

tapi, ada saja yang berbuat ulah. ketika datang kawan yang ingin potong rambut, pastilah ia meninggalkan jejak, tepatnya sisa rambut. memang, aku akui, disini ada yang ahli potong rambut. tapi bukan alasan dong untuk tidak membereskan sisa sisa kerjaannya? malah kata kawan yang jago motong rambut, itu kan tanggungan yang dipotong rambutnya bukan si pemotong rambut. ah, itu hanya alasan untuk berkilah, batinku. tinggal ngomong aja kalau males bersihin.

yang bikin aku pusing adalah kenapa kuliah ini tak kunjung selesai? mungkin karena aku yang kurang serius. tapi, ketika mengulang mata kuliah pun dosen tak juga berpihak pada mahasiswa lama. ini yang aku sayangkan. tak tahukah rasanya berakar di kampus begitu lama. namun tetap saja, tak boleh buruk sangka. aku pun menganut aliran ini.aku tetap mencari, apa hikmah dibalik semua ini.

aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku ingin berubah. alangkah senangnya jika aku power ranger. yang ketika ingin berubah hanya butuh waktu beberapa detik saja. sayangnya aku bukan dia, bukan mereka. perubahan ini butuh waktu. berubah untuk lebih baik tentunya.

aku ingin waktu waktuku tak hilang sia sia. namun ketika akan memanfaatkannya untuk hal yang berharga, pastilah terasa berat untu melakukannya. semisal ketika aku berniat untuk bimbingan, ada saja alasan atau pikiran yang menetralisir itu semua. dan akhirnya tertundalah itu semua. sama hal nya ketika akan mengerjakan laporan, apapun bentuknya. selalu saja ada kegiatan untuk meninggalkannya. aku sendiri sadar akan hal itu. namun rasanya susah menolak semua itu. rasanya takut, malas, semuanya berbaur menjadi satu.

aku hanya ingin menjadi diriku, bukan diriku yang saat ini. tapi, diriku yang mampu dibanggakan, oleh orang tua, kawan, dosen, pokoknya semuanya deh. untuk itu, perlulah sebuah komitmen perubahan.dan ini tidak lah mudah. namun aku sadar ini juga tak terlalu susah.

aku hanya berharap, ketika hasil perubahan ini mulai ada, semuanya belum berakhir. aku hanya ingin orang di sekitarku merasa bahagia. merasa kehadiranku bermakna, bukan hanya di kampus tapi juga di rumah dan di mana saja. aku pun menyadari meski rasa malu ini pun mulai besar dan rasa minder mulai tinggi rasanya memang kuliah ini harus diakhiri. itu yang pertama dan utama. meski pikiran ini tak bisa kukendalikan seutuhnya, aku hanya berharap tuhan membantuku untuk keluar dari kampus ini dengan penuh bahagia. bukan sebaliknya.

sedih memang, ketika melihat kawan kawan telah kesana kemari bekerja. dan beberapa diantara mereka telah berumah tangga. tapi, inilah tadir masa lalu yang harus aku hadapi. aku tak ingin menjadi orang yang cengeng. aku hanya ingin menjadi teladan, mejadi soleh dan menjadi anak yang berbakti. bakti kepada kedua orang tua, kepada kawan, kepada dosen, pokoknya semuanya deh.





0 komentar:

Posting Komentar